Dr. H. Teuku Zulkhairi [Humas PB HUDA]
Dr. H. Teuku Zulkhairi [Humas PB HUDA]
Online
Assalamu'alaikum Wr Wb. 👋
Ada yang bisa dibantu saudaraku?

Milad HUDA ke-27 Akan Diramaikan dengan Baksos, Ziarah Hingga Peluncuran Buku Sejarah

  • Diposting oleh : Hamba Allah
  • pada tanggal : September 06, 2026
Ketua Umum PB HUDA dan Sekjend memimpin rapat Milad HUDA ke 27

BANDA ACEH – Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) mematangkan persiapan pelaksanaan Milad ke-27 yang akan digelar pada 14–15 September 2026. Sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan, mulai dari ziarah dan doa bersama, bakti sosial, seminar, peluncuran buku sejarah HUDA, rapat koordinasi hingga pemberian penghargaan.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat panitia Milad HUDA yang berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026. Dalam rapat tersebut, panitia memastikan sejumlah kebutuhan teknis dan substansi kegiatan mulai dipersiapkan, termasuk undangan, akomodasi, konsumsi, peserta serta dukungan pendanaan.

Salah satu agenda utama Milad ke-27 HUDA adalah peluncuran buku sejarah HUDA yang mendokumentasikan perjalanan organisasi ulama dayah Aceh sejak kelahirannya hingga perkembangan dan kontribusinya bagi Aceh. Peluncuran buku tersebut dinilai menjadi salah satu momentum penting dalam Milad tahun ini, karena HUDA tidak hanya memperingati perjalanan organisasinya, tetapi juga berupaya mendokumentasikan sejarah perjuangan dan kontribusi ulama dayah dalam perjalanan Aceh.

Selain peluncuran buku, panitia juga menyiapkan seminar dengan menghadirkan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia sebagai salah satu pemateri. Agenda lainnya adalah rapat koordinasi (rakor) yang diperkirakan diikuti sekitar 100 peserta serta pemberian penghargaan (awards) kepada para pendiri HUDA.


Diawali Ziarah, Doa Bersama dan Bakti Sosial

Rangkaian Milad HUDA ke-27 tidak hanya dipusatkan pada acara puncak. Sebelum pelaksanaan Milad, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan pra-milad. Di antaranya adalah ziarah dan doa bersama ke makam Almarhum Abu Panton di Panton Labu, Aceh Utara dan di makam Almarhum Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop) di Jeunieb, Bireuen. Selain itu, seluruh Pengurus Wilayah (PW) HUDA di Aceh juga akan diinstruksikan untuk melaksanakan doa bersama di daerah masing-masing.

Kegiatan pra-milad juga akan diisi dengan bakti sosial di kawasan Makam Syiah Kuala. Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Milad HUDA tidak dirancang semata-mata sebagai kegiatan organisasi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, doa bersama dan kepedulian sosial. Dari sisi peserta, selain jajaran pengurus HUDA yang akan hadir dari berbagai daerah, juga terdapat 63 pengurus PW HUDA se-Aceh.

Sementara itu, acara malam Milad diperkirakan akan dihadiri sekitar 300 peserta, sedangkan rapat koordinasi diperkirakan diikuti sekitar 100 orang. Para peserta dijadwalkan melakukan check in pada Senin, 14 September 2026 pukul 14.00 WIB dan check out pada Selasa, 15 September 2026 pukul 12.00 WIB.

 



Undang Tokoh Pemerintahan, Ulama dan Akademisi

Untuk memperkuat silaturahmi dengan berbagai unsur masyarakat Aceh, panitia juga telah menyiapkan daftar undangan yang melibatkan unsur pemerintahan, ulama, akademisi, lembaga keamanan, perbankan dan tokoh masyarakat.

Sejumlah pejabat dan tokoh yang masuk dalam daftar undangan antara lain Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Kapolda Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Ketua DPRA, Wali Kota Banda Aceh, Bupati Aceh Besar, Bupati Pidie Jaya, Rektor UIN Ar-Raniry, Kanwil Kementerian Agama Aceh, Wali Nanggroe, MPU Aceh, MPU Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Rabithah Thaliban Aceh serta sejumlah tokoh lainnya.

Milad ke-27 ini diharapkan menjadi momentum bagi HUDA untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus memperkuat peran ulama dayah dalam kehidupan keagamaan dan pembangunan Aceh.

Terlebih, agenda peluncuran buku sejarah kelahiran HUDA memberikan ruang untuk mendokumentasikan perjalanan panjang ulama dayah dalam dinamika Aceh, termasuk masa konflik, proses perdamaian serta berbagai kontribusi yang diberikan kepada masyarakat.

Dengan rangkaian kegiatan yang cukup beragam ini, Milad HUDA ke-27 diharapkan tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan organisasi ulama dayah ini, memperkuat konsolidasi ulama, mempererat hubungan dengan pemerintah dan masyarakat, serta merumuskan langkah HUDA menghadapi tantangan Aceh ke depan, insya Allah.

 

Tertanda,

Humas PB HUDA

Berbagi

Posting Komentar